SEBAGAI  mayoritas penduduk—sekitar 207,17 juta jiwa atau 87,1% dari total populasi (Susenas 2010, BPS)—umat Islam di Indonesia telah ikut menikmati pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Hal ini antara lain terlihat semakin besarnya jumlah antrian jemaah haji. Pada tahun ini saja, sekitar 2 juta calon jamaah menunggu giliran untuk diberangkatkan ke Tanah Suci. Artinya, mereka telah membayar setoran awal BPIH sebesar Rp25 juta. Pengumpulan zakat, infak, dan sedekah juga meningkatkan. Jika pada 2010, zakat yang masuk ke Baznas sebesar Rp1,5 triliun, maka  pada 2011 sudah menjadi  Rp 1,73 triliun atau mengalami kenaikan 15,33 persen. Sementara sepanjang 2012 penerimaan zakat diperkirakan mencapai Rp 2,17 triliun (Baznas, Agustus 2012).
Namun, pertumbuhan perekonomian umat yang tinggi itu terasa belum mencapai titik optimal. Aspek pengumpulan zakat, misalnya, masih berkisar 1 persen dari potensi zakat nasional sebesar Rp217 triliun per tahun. Aspek pemanfaatan juga belum optimal. Dampaknya, perkembangan ekonomi syariah, meskipun tumbuh, juga belum seperti yang diharapkan. Aset perbankan syariah baru sekitar Rp149,3 triliun atau hanya 3,9 persen dari total aset perbankan konvensional yang mencapai Rp3.745,06 triliun (Statistik Perbankan Indonesia, Februari 2012). Dilihat dari aset perbankan syariah, Indonesia masih menduduki peringkat ke-17 jauh di bawah Iran, Arab Saudi, dan Malaysia yang masing-masing menduduki peringkat ke-1, 2, dan 3 (2009). Bagaimana seharusnya mengoptimalkan pengelolaan dana umat dengan prinsip ekonomi syariah? Bagaimana Peran Pemerintah? Masyarakat? Bagaimana pula dengan pengelolaan dana umat oleh Lembaga Tabung Haji Malaysia?
Untuk mengkaji beberapa permasalahan di atas, Kami Mengundang Bapak /Ibu untuk Hadir pada  Seminar Pengelolaan Dana Umat dengan Prinsip Ekonomi Syariah:
 
Waktu             : Selasa, 29 Januari 2013
Jam                  : 12.00 – 17.00 WIB (Diawali dengan makan siang)
Tempat           : Ballroom AA1, Hotel Sultan, Jl Gatot Subroto  Jakarta
 
SUSUNAN ACARA
12.00 –  13.00            :  Registrasi dan Makan Siang
13.00 – 13.10            :  Pembukaan oleh Anggito Abimanyu
                                        (Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI)
13.10 – 13.30             :  Key note Speech  Oleh Edy Setiadi
(Direktur Eksekutif Kepala Departemen Perbankan Syariah Bank  Indonesia)
13.30 – 17.00             :  Seminar Pengelolaan Dana Umat  dengan Prinsip Ekonomi Syariah
Pembicara  :
1.      Bambang Kiswono (Direktur – Kepala Grup Departemen Perbankan
Syariah Bank Indonesia) :
Dana Umat dan Potensi Pengembangan Bank Syariah
2.      Yuslam Fauzi (Dirut Bank Syariah Mandiri) :
            Perkembangan Bank Syariah di Indonesia.
3.      H. Kurdi Mustofa (Ketua Umum IPHI): 
Harapan atas Masa Depan Pengelolaan Dana Haji.
4.      Haji Mohd Khalid bin Mohd Noordin (Lembaga Tabung Haji Malaysia ): 
Pengalaman Menjalankan Tabung Haji Malaysia.
5.      KH Didin Hafidhuddin (Ketua Umum BAZNAS)
Mobilisasi dan Pengelolaan Dana Zakat, Infak dan Shodaqoh
Demikian Undangan Kami Sampaikan, atas Kehadiran Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.
HARIAN PELITA

Sulastomo
Pemimpin Umum
Konfirmasi Kehadiran: 0813 10 36 52 02 (Dhani), 0815 111 222 38 (ifa)