IMG_2130Oleh: M. Ridwan

Bulan Juli lalu, penulis dengan rekan-rekan dosen Ekonomi Islam IAIN SU (DR. Andri Soemitra, Zuhrinal, MA dan Isnaini HArahap MA) berkesempatan mengikuti Durham Islamic Finance Summer School (DIFSS) di Durham University Inggeris. DIFSS merupakan salah satu program paling komprehensif dan paling ambisius dalam mengeksplorasi dan memungkinkan peserta meningkatkan keahlian di bidang keuangan Islam. DIFSS terdiri dari program lima hari intensif yang dimaksudkan sebagai wadah meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dan keahlian (skill) yang dapat membantu peserta menempati posisi yang strategis dalam memasuki dan bekerja di sektor keuangan Islam.

DIFSS diselenggarakan dengan target peserta dimaksudkan berasal dari pelaku sektor keuangan, bankir, peneliti professional, peneliti akademis, bagi mereka yang berkeinginan bekerja di sektor keuangan Islam, bagi mereka yang sudah bekerja di sektor keuangan Islam, akademisi dan siswa pascasarjana. DIFSS diselenggarakan setiap tahun di bulan Juli di Durham Doctoral Training Centre for Islamic Finance, Durham University Inggris. Durham University merupakan universitas top dunia nomor 20 untuk kualitas lulusannya.

Hari Pertama

heptinstall_IMG_5689
Kegiatan DIFSS dibuka pada hari Senin, tanggal 01 Juli 2013 pada pukul 10.30 di Aula Travelyan College setelah sebelumnya seluruh peserta melakukan registrasi yang dibuka mulai pukul 10.00 pagi. Pembukaan acara diawali oleh kata sambutan dari Dr. Mehmet Asutay yang merupakan Direktur Durham Center for Islamic Economics and Finance Durham University. Asutay dalam sambutannya menyatakan kegembiraannya terhadap antusiasme para peserta dan secara khusus juga mengapresiasi peserta dari Indonesia karena sejak awal sudah menjalin komunikasi dan akhirnya tiba juga di Durham dengan berbagai dinamika yang dihadapi. Asutay juga menyebutkan bahwa DIFSS merupakan salah satu training keuangan Islam paling bergengsi di dunia dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang kajian ekonomi dan keuangan Islam. Peserta DIFSS datang dari berbagai latar belakang pendidikan dan pekerjaan, berbagai agama, dan berasal dari berbagai negara baik dari benua Amerika, Eropa, Afrika, dan Asia. Para peserta juga ada yang sudah dua atau tiga kali mengikuti kegiatan DIFSS.
Setelah mendengarkan kata sambutan dari Asutay, kata sambutan selanjutnya disampaikan oleh Profesor Rob Dixon, Dekan Durham University Business School.

heptinstall_IMG_5370Dalam sambutannya, Profesor Rob Dixon sangat mengapresiasi kegiatan DIFSS dan secara hangat menyambut semua peserta. Profesor Rob Dixon menunjukkan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan DIFSS 2013. Setelah Dekan memberikan sambutan, Asutay yang bertindak sebagai pembawa acara mempersilahkan seluruh peserta untuk rehat selama 30 menit. Pada sesi rehat peserta IAIN Sumatera mendatangi Asutay untuk menyerahkan plakat dari IAIN Sumatera Utara.

Pada pukul 11.30 kegiatan inti DIFSS dimulai dengan menghadirkan pembicara pertama yaitu Sheikh Hussein Hameed Hassan yang berbicara tentang Recent Development and Issues in Islamic Finance and the Future of Islamic Finance in the Northern Africa Region. Secara umum beliau menegaskan bahwa keuangan Islam merupakan alternatif dan jawaban bagi gonjang ganjing ekonomi dan keuangan global yang selalu ditimpa krisis global. Setelah pemaparan diselesaikan dilanjutkan dengan diskusi dengan para peserta hingga pukul 13.00 yang kemudian diisi dengan acara istirahat sholat dan makan siang di Al-Qasimi Building.

DurIF-026Pukul 14.30 DIFSS dilanjutkan dengan pemaparan dari Dr. Asutay yang berbicara mengenai Islamic  Moral  Economy  Foundation  of  Islamic  Finance. Dalam pemaparannya, Asutay menegaskan bahwa ekonomi dan keuangan Islam memiliki landasan epistemologisnya sendiri dalam lingkungan politik ekonomi sebagai sebuah sistem ekonomi yang berlandaskan moral agama. Asutay juga menyebutkan bahwa saat ini ekonomi dan keuangan Islam sedang dalam proses pengembangan. Pada tahapan ini, perlu upaya serius untuk mempertahankan tercapainya substansi ekonomi dan keuangan Islam dalam bentuk kontribusi terhadap upaya mewujudkan kesejahteraan ekonomi umat secara luas dan merata. Asutay menyampaikan presentasinya hingga pukul 16.00 peserta istirahat.
Pada pukul 16.30 DIFSS dilanjutkan dengan pemateri Faizal Manjoo yang memaparkan makalah berjudul Islamic Financing Instruments. Dalam pemaparannya beliau menyebutkan berbagai isu terkait instrumen keuangan Islam, termasuk isu murabahah yang dominan dipergunakan di industri keuangan syariah dan isu tawarruq yang masih dipandang kontroversial. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab hingga pukul 18.00.

IMG_2172

Secara resmi penyampaian materi DIFSS hari pertama berakhir pada pukul 18.00. Peserta kemudian diminta beristirahat dan diminta bersiap-siap untuk mengikuti sesi tour ke pusat kota Durham dan berbagai universitas. Tour dipimpin langsung oleh Asutay dengan berjalan kaki mengelilingi kampus Durham University hingga kemudian berjalan di pusat kota Durham.

Tour kampus Durham university dan kota Durham berlangsung hingga pukul 21.00 malam dan diakhiri dengan acara makan malam bersama di restoran India. Rombongan kemudian berjalan kaki kembali menuju tempat penginapan masing-masing di St. Aiden College. Peserta rata-rata tiba di penginapan sekitar pukul 23.00 malam.

Hari Kedua

heptinstall_IMG_6314Program DIFSS dilanjutkan pada hari Selasa, 2 Juli 2013 dibuka pada pukul 09.00 pagi. Pembicara pertama adalah Habib Ahmed yang berbicara tentang Product Development in Islamic Bank. Dalam pemaparannya Ahmed memaparkan isu-isu terkait pengembangan produk keuangan di sektor perbankan syariah. Salah satu fokus kajian yang ditekankannya adalah adanya kebutuhan untuk mengemas produk perbankan yang tidak sekedar memenuhi kriteria standard hukum syariah, tetapi juga mampu mengakomodasi jiwa hukum syariah yaitu aspek maqasid syariah. Ahmed menyampaikan makalah hingga sesi Tanya jawab ditutup pada pukul 10.30. DIFSS dilanjutkan setelah istirahat 30 menit dengan pembicara Iqbal Asaria yang berbicara mengenai Innovation and Development in Takaful  and  Re-Takaful hingga pukul 12.30. Pasca istirahat makan dan sholat, DIFSS dilanjutkan pada pukul 14.00 dengan menghadirkan pembicara Hylmun Izhar yang menyampaikan makalah berjudul Risk Management in Islamic Banks and Financial Institutions hingga pukul 15.15. Kemudian, Zulkifli Hasan pada pukul 15.30 memaparkan makalah berjudul Corporate and Shari’ah’s Governance in Islamic Financial Institutions hingga selesai pada pukul 16.45 untuk istirahat. Pada pukul 17.00 DIFSS dilanjutkan dengan menghadirkan pembicara Habib Ahmed dengan presentasi berjudul Sukuk: Structures and Issues. Pada sesi terakhir, DIFSS menghadirkan pembicara Lastuti Abu Bakar Gani yang memaparkan penelitian berjudul Sukuk: An Alternative Financing in Indonesia: Problems in Issuance. Acara pada hari kedua ditutup pada pukul 18.45 dan peserta dipersilahkan untuk istirahat di penginapan masing-masing

Hari Ketiga

    DurIF-001Program DIFSS 2013 hari ketiga dimulai pada pukul 09.00 dengan menghadirkan pembicara Majdi Chaabouni yang memberikan materi berjudul Asset and Liability Management in Islamic Banks. Pemaparan Chaabouni lebih menekankan aspek aplikatif karena pembicara adalah praktisi keuangan syariah yang berkantor di kota Paris Francis. Kelas berlangsung hingga pukul 10.30 yang diakhiri dengan sesi tanya jawab. Setelah istirahat 30 menit, kelas dilanjutkan lagi dengan menghadirkan pembicara Mahmoud Mohieldin yang membawakan materi On the Importance of Corporate Governance for Financial Institutions with Reference to Islamic Banks hingga menyentuh waktu pukul 12.30. DIFSS baru dilanjutkan kembali setelah istirahat, makan dan sholat pada pukul 14.00 dengan menghadirkan pembicara Stella Cox yang menyampaikan materi berjudul Liquidity Management in the Global Islamic Financial System. Pada intinya beliau menyampaikan masih diperlukan inovasi yang lebih kaya untuk menyelesaikan persoalan likuiditas yang terjadi pada industri keuangan syariah global. Sesi Cox berakhir pada pukul 15.15 diselingi dengan istirahat sepanjang 30 menit. DIFSS dilanjutkan pada pukul 15.45 dengan menghadirkan praktisi reksadana global yaitu Bilkis Ismail yang memaparkan materi Structuring Shari’ah’ Compliant Private Fund hingga pukul 17.00. DIFSS kemudian dilanjutkan pada pukul 17.15 dengan menghadirkan pembicara terakhir di hari ketiga, yaitu Isaam Al Tawari yang memaparkan materi berjudul Sukuk Market and Dubai Capital Market. Pada pemaparannya intinya beliau menyampaikan perkembangan global sukuk masih sangat terbatas dan terkonsentrasi di beberapa tempat terutama Malaysia dan Dubai, sedangkan di wilayah lain masih sangat terbatas. Hal ini menjadi salah satu masalah tersendiri bagi pengembangan pasar sekunder sukuk global. DIFSS hari ketiga akhirnya ditutup pada pukul 18.30 sore dan peserta diminta untuk istirahat ke penginapan masing-masing dan diminta untuk bersiap-siap. DIFSS mengundang seluruh peserta untuk hadir kembali ke Al Qasimi Building pada pukul 19.15 untuk acara Arabian Feast. Arabian Feast berlangsung hingga malam pukul 22.00.

Hari Keempat

heptinstall_IMG_5653DIFSS hari keempat dimulai pada pukul 09.00 dengan kembali menghadirkan Majdi Chaabouni yang menyampaikan materi berjudul Risk Management: Practical Consideration. Secara umum menurutnya pada tataran praktis, bank Islam masih menghadapi banyak masalah terutama terkait banyak hal yang harus dibedakan dengan praktik perbankan konvensional. Kelas Chaabouni ditutup dengan sesi Tanya jawab yang berakhir hingga pukul 10.30. Peserta dipersilahkan istirahat untuk kemudian melanjutkan kembali kuliah dengan pembicara Humayon Dar yang membawakan materi Structuring Islamic Financial Products I hingga masa istirahat makan dan sholat pukul 12.30. DIFSS kemudian dilanjutkan dengan Humayon Dar yang membawakan materi Structuring Islamic Financial Products II. Pada intinya, Dar menyampaikan bahwa diperlukan kreativitas dan inovasi yang dihasilkan lewat kerjasama dewan fatwa dan praktisi keuangan untuk menciptakan produk-produk keuangan syariah baru yang mampu memecahkan masalah keuangan kontemporer.

Kelas Humayon Dar berakhir pada pukul  15.15 yang dilanjutkan 30 menit istirahat. DIFSS kemudian dilanjutkan pada pukul 15.45 dengan menghadirkan pembicara Nazim Zaman yang berbicara tentang Islamic Development and the Diversification of Islamic Finance. Zaman secara tegas mengkritik model pembangunan kapitalisme yang lebih cenderung berorientasi pada aspek kualitas materi. Sebagai solusinya, dibutuhkan adanya sistem ekonomi berbasis etika yang mengedepankan aspek kesejahteraan sebagai perhatian bersama. Kelas Zaman diakhiri dengan sesi Tanya jawab yang ditutup pada pukul 16.45. Peserta dipersilahkan istirahat selama 30 menit. Pada sesi terakhir di hari keempat, DIFSS menghadirkan riset-riset pilihan yang berasal dari alumni dan mahasiswa tingkat akhir program Doktor Keuangan Islam Durham University. Sesi ini dimulai dari pukul 17.00 yang berturut-turut menghadirkan Nur Indah Riwajanti dari Indonesia yang memaparkan disertasinya berjudul Assessing Socio-Economic Impact of Islamic Microfinance Institutions in Indonesia. Elena Platonova dari Rusia yang menyampaikan disertasinya berjudul Corporate Social Responsibility Performance of GCC Islamic Banks: Disclosure Analysis. Daniel Soloiman dari Bangladesh yang menyampaikan disertasinya berjudul Service Quality Management in Islamic and Conventional Banks in Kuwait and Qatar. Terakhir, sesi ini menghadirkan Rahmatina Kasri yang menyampaikan disertasinya berjudul The Impact of Zakah on the Development of Human Well-being: An Indonesian Case Study.
heptinstall_IMG_5666Kelas belajar DIFSS hari keempat berakhir pada pukul 18.30. Peserta dipersilahkan beristirahat sejenak ke penginapan masing-masing untuk kemudian berkumpul kembali pada pukul 19.30. Pada waktu yang telah ditetapkan, peserta berkumpul di Al Qasimi Building dan Asutay kembali memimpin rombongan berjalan kaki menuju Elvet Bridge Riverbanks yang berlokasi di pusat kota Durham untuk mengikuti kegiatan makan malam bersama bertajuk “Barbeque and River Cruise with Prince Bishop River Cruises.” Aktivitas makan malam bersama ini berlangsung hingga pukul 22.00 dan peserta kembali pulang dengan berjalan kaki ke penginapan masing-masing.

Hari Kelima

 IMG_2138DIFSS hari kelima merupakan hari paling emosional karena pelaksanaan Summer School sudah memasuki hari terakhir. Kelas DIFSS dibuka pada pukul 09.30 dengan menghadirkan pembicara Shehab Marzban yang memaparkan materi berjudul Islamic Capital Market. Pada intinya Marzban menyampaikan bahwa pasar modal Islam masih dalam tahapan pengembangan dan masih membutuhkan kerja lanjutan untuk mengembangkan pasar modal syariah global. Materi Marzban diakhiri dengan sesi Tanya jawab yang berlangsung hingga pukul 11.00. Peserta diberikan kesempatan untuk istirahat 30 menit. DIFSS dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Madzlan Husain yang memaparkan makalah berjudul The New Islamic Financial Services Act in Malaysia: Issues and Challenges. Pada intinya Husain menceritakan pengalaman Malaysia dalam menerapkan aturan syariah dalam perundang-undangan perbankan nasional. Ketika waktu sudah menginjak pukul 13.00, kelas diistirahatkan untuk makan siang dan sholat. DIFSS dilanjutkan lagi pada pukul 14.30 setelah sebagian peserta melaksanakan sholat Jumat. Kelas dimulai dengan menghadirkan pembicara Muhammad Nurullah Shidker yang memaparkan makalah berjudul Shariah Issues in Islamic Finance Contracts. Pada prinsipnya, beliau menyampaikan masih diperlukan upaya serius menggali khazanah kekayaan ilmu-ilmu keislaman untuk menyelesaikan berbagai problem dan kontroversi yang meliputi berbagai akad di lembaga keuangan syariah.

IMG_2142

Kelas Shidker berakhir dengan sesi Tanya jawab pada pukul 16.00. Akhirnya, DIFSS ditutup secara resmi oleh Asutay pada acara penutupan yang berlangsung hingga pukul 17.30.

Sampai jumpa…

IMG_2180

IMG_2887

 

IMG_2567